SDN Kalukuang III Bangun Disiplin Siswa Tanpa Hukuman

Makassar, SulSel  Disiplin siswa dibangun tanpa hukuman. SDN kalukuang III hadirkan Inovasi ManDi BersI DeK. Menanamkan disiplin kepada siswa, tak selalu harus dilakukan. Dengan hukuman atau sanksi.

UPTD SPF SD Negeri Kalukuang III kecamatan Tallo. Kota Makassar, memilih pendekatan yang lebih humanis dan ramah anak.

Bacaan Lainnya

Sekolah tersebut menghadirkan inovasi ManDi BersI DeK, singkatan dari Menanamkan Disiplin Siswa dengan Berbaris Rapi di Depan Kelas.

Inovasi ini lahir dari persoalan sederhana, namun cukup mengganggu proses pembelajaran. Sejumlah siswa masih kerap datang terlambat ke sekolah.

Bahkan, beberapa siswa baru tiba setelah pukul 08.00 WITA.

Kondisi tersebut mendorong pihak sekolah mencari solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga mampu membangun kesadaran siswa tanpa menimbulkan rasa takut.

Kepala UPTD SPF SDN Kalukuang III, Hj. Asia Bau, S.Ag., M.Pd., bersama para guru dan tenaga kependidikan kemudian menggagas pendekatan disiplin melalui pembiasaan yang menyenangkan.

“Kami ingin anak-anak datang ke sekolah karena mereka merasa senang, dihargai, dan termotivasi, bukan karena takut dihukum. Disiplin yang lahir dari kesadaran akan bertahan lebih lama dibandingkan disiplin yang muncul karena paksaan,” ujar Hj. Asia Bau.

Melalui program ManDi BersI DeK, siswa diarahkan untuk berbaris rapi di depan kelas setiap pagi sebelum memulai pembelajaran.

Kegiatan tersebut dipandu oleh wali kelas bersama ketua kelas.

Namun, barisan itu bukan sekadar rutinitas.

Dalam suasana yang hangat, guru menyapa siswa, menanyakan kabar, kondisi kesehatan, hingga kesiapan mereka mengikuti pelajaran.

Momen sederhana tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun kedekatan antara guru dan siswa.

Di sisi lain, kegiatan berbaris juga melatih siswa untuk datang tepat waktu, hidup tertib, sabar menunggu giliran, menghargai teman, mematuhi aturan, serta bertanggung jawab.

Nilai-nilai tersebut perlahan dibentuk melalui kebiasaan sehari-hari.

Respons positif juga datang dari para orang tua.

Mereka menilai program tersebut mampu meningkatkan semangat anak-anak untuk berangkat ke sekolah lebih pagi.

Sejak diterapkan, antusiasme siswa mengikuti kegiatan pagi semakin meningkat.

Kebiasaan datang tepat waktu pun mulai tumbuh sebagai budaya baru di lingkungan sekolah.

Melihat dampak positif tersebut, program ManDi BersI DeK kemudian dikembangkan menjadi inovasi sekolah yang diinisiasi langsung oleh Kepala UPTD SPF SDN Kalukuang III, Hj. Asia Bau, S.Ag., M.Pd.

Inovasi ini tidak hanya berfokus pada kedisiplinan.

Sekolah juga berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, tertib, dan menyenangkan.

Bagi guru, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memberikan penguatan karakter sebelum pembelajaran dimulai.

Sementara bagi siswa, suasana pagi yang lebih teratur membantu. Mereka mempersiapkan diri secara mental dan emosional.

Melalui ManDi BersI DeK. SDN Kalukuang III menunjukkan bahwa disiplin, tidak selalu harus dibangun dengan pendekatan keras.

Pembiasaan sederhana, dilakukan secara konsisten dan dengan pendekatan positif. Dapat menjadi fondasi kuat, dalam membentuk karakter siswa.

Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya, menjadi budaya di SDN Kalukuang III. Tetapi juga dapat menginspirasi satuan pendidikan lain, untuk membangun kedisiplinan siswa melalui cara yang edukatif. Menyenangkan, dan ramah anak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *