MAKASSAR – Polemik dugaan mahalnya harga seragam di SMA Negeri 14 Makassar akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pihak sekolah. Sabtu (11 Juli 2026).
Sebelumnya, keluhan sejumlah orang tua siswa ramai beredar di media sosial. Mereka menyoroti informasi paket seragam yang disebut mencapai sekitar Rp1,9 juta untuk siswi dan Rp1,6 juta untuk siswa, sehingga dinilai cukup memberatkan.
Menanggapi hal itu, Kepala SMA Negeri 14 Makassar, Dra. Hj. Nurhidayah Masri Bandaso, M.M., yang akrab disapa Bu Yayat, menegaskan bahwa angka tersebut bukan harga yang dipatok sekolah.
Menurutnya, pihak sekolah tidak menetapkan harga baku karena kebutuhan setiap siswa berbeda. Pembelian seragam, atribut, maupun perlengkapan lainnya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing orang tua.
“Informasi yang berkembang terjadi karena miskomunikasi saat proses penerimaan siswa yang cukup ramai. Ada penjelasan yang tidak terdengar secara utuh sehingga menimbulkan salah paham,” ujar Bu Yayat.
Ia juga membantah anggapan bahwa orang tua diwajibkan membeli seragam melalui sekolah. Seluruh pengadaan dilakukan melalui koperasi sekolah dan bersifat pilihan.
“Orang tua bebas membeli seragam di sekolah maupun di luar sesuai kemampuan dan kebutuhannya,” tegasnya.
Bu Yayat menambahkan, sekolah justru berupaya meringankan beban orang tua dengan menyediakan skema pembayaran secara bertahap bagi yang membutuhkan.
“Kami memberikan kesempatan untuk mengangsur pembayaran seragam agar tidak memberatkan. Tujuan kami membantu, bukan membebani,” katanya.
Di tempat terpisah, Ketua Bidang Media Ormas Elang Timur, Harmoko atau Moko, mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah dalam memberikan klarifikasi.
“Ini menunjukkan sikap pemimpin yang terbuka terhadap kritik dan segera memberikan penjelasan kepada masyarakat. Yang terpenting, persoalan sudah diluruskan dengan baik,” ujarnya.






