Makassar, SulSel — Penantian panjang itu akhirnya terbayar. Nama M. Adjie Saputra resmi tercantum dalam daftar peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Penerimaan Calon Taruna (SIPENCATAR) Jalur Non Reguler (Mandiri) Gelombang III Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar Tahun Akademik 2026/2027.
Adjie dinyatakan lulus pada Program Studi D-IV Pelayaran Teknika berdasarkan hasil Rapat Penentuan Kelulusan Akhir (PANTUKHIR) yang tertuang dalam Berita Acara Nomor BA PIP-Mks 96 Tahun 2026.
Dalam pengumuman tersebut, Adjie tercatat dengan Nomor Urut 179 dan Nomor Ujian 2026032521M02.
Bagi keluarga, kelulusan itu bukan sekadar status. Di baliknya ada perjuangan, disiplin, dan doa yang terus dipanjatkan hingga hari pengumuman tiba.
Sang ayah, Donny, mengaku bersyukur atas keberhasilan putranya menembus salah satu sekolah kedinasan pelayaran bergengsi di Indonesia.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kepada Allah SWT. Ini adalah hasil dari doa, kerja keras, disiplin, dan kesungguhan Adjie selama mengikuti seluruh proses seleksi,” ujar Donny.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi awal dari perjalanan yang jauh lebih besar.
Ia berharap putranya tidak cepat berpuas diri, melainkan terus belajar, menjaga integritas, dan memegang teguh kedisiplinan sebagai bekal menjadi pelaut profesional.
“Kami berharap Adjie mampu menjadi taruna yang berprestasi, membanggakan keluarga, almamater, dan bangsa Indonesia,” katanya.
Donny juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia SIPENCATAR PIP Makassar yang telah menyelenggarakan proses seleksi secara objektif, transparan, dan profesional.
Sementara itu, PIP Makassar mengingatkan seluruh peserta yang dinyatakan lulus agar segera melakukan pendaftaran ulang melalui akun masing-masing di portal PMB PIP Makassar.
Proses daftar ulang dan pembayaran dibuka mulai 10 hingga 24 Juli 2026 pukul 23.59 WITA. Peserta yang tidak menyelesaikan tahapan tersebut hingga batas waktu yang ditentukan akan dianggap mengundurkan diri.
Bagi keluarga Adjie, kelulusan ini bukan garis akhir.
Justru inilah langkah pertama menuju cita-cita besar menjadi pelaut Indonesia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Harapan pun mengiringi langkah para calon taruna yang berhasil lolos seleksi. Dengan disiplin, dedikasi, dan semangat belajar yang tinggi. Mereka diharapkan menjadi generasi pelaut yang profesional, serta siap membawa nama Indonesia di kancah maritim dunia.






