Satlantas Polres Takalar Diterpa Isu Pungli, Aktivis Desak Kapolda Sulsel Copot Kasatlantas

Takalar SulSel Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Satlantas Polres Takalar menuai sorotan keras dari kalangan aktivis di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan.

Mereka mendesak Kepolisian daerah sulawesi aelatan, untuk turun tangan dan memberikan atensi khusus. Terhadap dugaan maraknya pungli dalam pelayanan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Aktivis Takalar, Wahyu, menilai dugaan pungli dalam pengurusan surat kendaraan bermotor, pembuatan hingga perpanjangan SIM telah mencederai citra institusi kepolisian yang selama ini mengusung slogan Presisi.

Satlantas Polres Takalar Diterpa Isu Pungli“Apapun bentuk pungli harus dimusnahkan karena bukan hanya melanggar aturan. Tetapi juga sangat merugikan masyarakat kecil,” tegas Wahyu kepada awak media. 

Ia mengaku menerima banyak aduan masyarakat yang merasa dipersulit, dan diduga diminta mengeluarkan biaya di luar ketentuan resmi, saat mengurus administrasi kendaraan maupun SIM.

Menurutnya, dugaan praktik pungli itu bukan hanya terjadi dalam pengurusan SIM, namun juga diduga terjadi pada proses penyelesaian, tilang di lapangan yang berakhir dengan praktik suap.

“Satlantas Polres Takalar sudah darurat pungli, mulai dari pembuatan SIM yang diduga tidak sesuai prosedur. Tilang di jalan yang selesai dengan uang damai, hingga berbagai pengurusan surat kendaraan lainnya,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, Wahyu mendesak agar Kasatlantas Polres Takalar dicopot dari jabatannya karena dianggap gagal membangun pelayanan publik yang bersih dan profesional.

“Kalau ingin mereformasi birokrasi di Satlantas Polres Takalar agar bebas pungli, maka langkah pertama adalah mengganti pimpinannya. Kasatlantas harus dicopot,” tegasnya lagi.

Tak hanya itu, ia juga meminta Kapolres Takalar turut dievaluasi, karena dinilai belum mampu memastikan pelayanan publik, berjalan sesuai prinsip Presisi yang digaungkan institusi Polri.

“Pungli adalah bentuk pelayanan buruk dan bertentangan dengan semangat Presisi. Karena itu Kapolres Takalar juga perlu dievaluasi,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan mengawal isu tersebut, pihaknya memastikan akan menggelar aksi demonstrasi di Mapolda Sulsel dalam waktu dekat.

“Kami akan turun aksi di Polda Sulseluntuk meminta Kapolda, memberikan perhatian khusus dan membersihkan. Dugaan pungli di Polres Takalar, termasuk mencopot Kasatlantasnya,” tandas Wahyu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *