Pelantikan Pengurus Bara JP Sulsel Periode 2021-2026, Ini Pesan Ketum Utje Gustaaf Patty

Transnusi.com Makassar Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Sulawesi Selatan periode 2021-2026, resmi dilantik oleh Ketua Umum Utje Gustaaf Patty, di Hotel Grand Makassar, Jalan Monumen Emmy Saelan No. 10 Kota Makassar, Sabtu (20/05/2023).

Dalam pelantikan hari ini, dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, yang diwakili Staf Ahli Pemerintahan, Andi Mappatoba, Kapolda Sulsel, yang diwakili Kompol Jumahir, Perwakilan Ketua DPRD Sulsel, Anggota DPRD Sulsel, Rudi Pieter Goni, Perwakilan Bupati Gowa, Perwakilan Bupati Maros, Perwakilan Wakil Bupati Toraja Utara, serta kader Bara JP Kabupaten/Kota dan tamu undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Ketua DPD Bara JP Sulsel, Alres Ronaldy mengapresiasi seluruh pengurus yang telah bekerja keras demi terlaksananya pelantikan pada hari ini.

Tidak lupa juga, Arles Ronaldy menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus pusat yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir, dan senantiasa memberikan kami suport untuk mengibarkan Bara JP di Sulawesi Selatan.

“Ini merupakan komitmen perjuangan kita untuk setia hingga akhir. Mari kita senantiasa mengawal program-program Pak Jokowi, terutama untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketum DPP Bara JP, Utje Gustaaf Patty mengatakan tahun politik setiap elemen relawan sedang berusaha membangun solidaritas, agar kita tetap berguna seusai pergantian pemerintahan.

Untuk Bara JP sendiri, sampai saat ini kita masih berbicara 3 periode. Kenapa? kalau kita berbicara Indonesia emas 2045, maka calon pengganti Pak Jokowi minimal sama atau lebih baik.

“Saat ini Pak Jokowi masih yang terbaik. Dan saya berkeyakinan negeri ini masih membutuhkan beliau lebih lama. Masyarakat sudah merasakan pembangunan khususnya Indonesia Timur,” tegas Utje Gustaaf Patty, disambut aplaus dari peserta.

Secara pribadi, saya lahir dan besar di Makasar dan cukup lama tinggal di NTB.

“Baru jaman Pak Jokowi kami merasa kami di manusiakan, dirangkul dan kami diberlakukan seperti anak kandung ibu pertiwi. Sebelumnya 69 tahun kami anak tiri, dan 10 tahun dimasa pemerintahan Pak Jokowi, kita bisa mengejar ketertinggalan,” pungkasnya.

Sedangkan Gubernur Sulawesi Selatan, yang diwakili Staf Ahli Pemerintah, Andi Mappatoba menyampaikan permohonan maaf dari Pak Gubernur karena beliau berhalangan hadir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *