Demo Komrad Di Makassar, Minta Adili Prabowo Gibran

blank

Makassar SulSel Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam komite rakyat demokratik (komrad) menggelar unjuk rasa di jln Sultan alauddin kota makassar. Jumat,(16/01/26)

Massa terlihat membentang spanduk yang bertuliskan adili prabowo gibran, tolak pilkada lewat dprd dan hentikan genosida lingkungan

Bacaan Lainnya

Jenderal lapangan, wandi, menggunakan pengeras suara menyampaikan bahwa beberapa polemik di indonesia belum terselesaikan

“Di Indonesia saat ini masih banyak persoalan yang belum terselesaikan diantaranya yaitu biaya pendidikan, kerusakan lingkungan dan kepentingan elit yang terkesan mengobrak-abrik roda pemerintahan”. Ucapnya

Tambah wandi, kami dari komrad dengan tegas menyatakan bahwa permasalahan yang terjadi di lingkup indonesia ini tentunya presiden dan wapres harus ikut andil menyelesaikan

Terpantau di lokasi unjuk rasa, kemacetan panjang mewarnai ruas jalan sultan alauddin dan jalan a.p. pettarani kota makassar

Koordinator aksi, tajering, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap presiden saat bencana yang menimpa sumatra serta isu pengalihan pilkada

“Kami kecewa sikap politik presiden saat bencana Sumatra, tidak ada penetapan bencana nasional. Begitupun pada isu pengalihan pilkada melalui dprd. Presiden terkesan mendukung pengalihan tersebut.” Tegasnya

Lanjut tajering, beberapa waktu yang lalu kami melakukan penelusuran di berbagai daerah sal satunya di maros. Kerusakan lingkungan sangat nampak dan minimnya reboisasi

Beberapa lama massa orasi secara bergantian, tidak terlihat pihak pengamanan berjaga-jaga di lokasi unjuk rasa

Wandi, mengungkapkan bahwa unjuk rasa yang mereka lakukan adalah untuk memberikan peringatan tegas terhadap rezim prabowo gibran

“Kami melakukan aksi hari ini, yah, untuk peringatan terhadap rezim prabowo Gibran agar tidak mengotak atik sistem pemerintahan dan kehidupan sosial kerakyatan” tutup wandi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *