MAKASSAR, SULSEL — Di tengah hiruk pikuk agenda pemerintah, Camat Wajo Kota Makassar, Maharuddin, S.Sos, menunjukkan kepedulian yang mendalam dengan langsung menyambangi kediaman salah satu warganya yang tengah berduka.
Kunjungan yang penuh empati ini dilakukan kepada keluarga almarhum Mustafa, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan, sekaligus merupakan ayah mertua dari seorang wartawan media online. Selasa (09/09/2025).
Suasana haru mengecewakan keluarga almarhum Mustafa, kepergian sosok yang dicintai setelah dirawat selama dua hari di rumah sakit tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi sanak keluarga dan kerabat. Di tengah momen sulit itulah, Camat Maharuddin hadir, bukan sebagai pejabat semata, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Kecamatan Wajo.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Wajo Kota Makassar, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Mustafa, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucap Maharuddin dengan nada tulus, menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga almarhum.
Kunjungan duka ini jauh lebih dari sekedar formalitas. Maharuddin S.sos, selaku camat wajo menegaskan, bahwa kegiatan semacam ini adalah momen krusial untuk mempererat kebersamaan dan menunjukkan wajah pemerintah yang peduli, ini merupakan wujud nyata dari kepedulian dan solidaritas yang ingin dibangun oleh Pemerintah Kecamatan Wajo, bahwa di setiap suka dan duka warganya, pemerintah selalu hadir dan membersamai.
Kehadiran Camat Wajo bersama unsur terkait dalam suasana duka ini juga menjadi bukti komitmen Maharuddin untuk selalu dekat dengan masyarakat, ia ingin memastikan bahwa warga merasa diperhatikan, dihargai, dan tidak sendirian menghadapi cobaan, apalagi dengan status mendiang yang juga menjadi ayah mertua dari seorang jurnalis, kehadiran Maharuddin ini turut menegaskan hubungan baik antara pemerintah daerah dengan insan pers yang merupakan pilar penting dalam pengungkapan informasi.
Langkah Camat Maharuddin ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pejabat publik lainnya, untuk senantiasa mengedepankan sisi kemanusiaan dan empati dalam menjalankan tugasnya. Di balik setiap kebijakan dan program, ada denyut nadi kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan, terutama pada saat-saat paling rentan. Kunjungan ini bukan sekedar kunjungan, melainkan sebuah pesan kuat tentang pentingnya kepemimpinan yang berhati dan mengabdi.






