Takalar SulSel — Proyek pembangunan jalan beton yang bersumber dari. Dana desa (DD) di desa Galesong baru kecamatan galesong kabupaten Takalar, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Rabu (24 Juni 2026).
Proyek yang baru saja rampung itu. Diduga dikerjakan asal-asalan, dan tidak sesuai Spesifikasi teknis. sebagaimana yang telah direncanakan.
Keluhan warga mencuat, setelah kondisi jalan yang belum lama selesai dibangun. Mulai menunjukkan kerusakan di sejumlah titik.
Permukaan beton tampak rapuh dan mengelupas. Kerikil yang seharusnya menyatu dengan konstruksi jalan justru terlihat terlepas dan berserakan di sepanjang badan jalan.
Kondisi tersebut memicu pertanyaan besar. Mengenai kualitas pekerjaan yang dilakukan pelaksana proyek.
“Baru selesai dikerjakan, tapi kerikilnya sudah banyak yang lepas. Jalannya juga berdebu dan terlihat tidak padat,” ungkap salah seorang warga kepada media, Selasa (23/6/2026).
Tak hanya kerikil yang berhamburan, permukaan jalan juga terlihat, kasar dan mudah terkikis.
Warga menduga campuran material beton yang digunakan tidak memenuhi. Standar mutu konstruksi sehingga mengakibatkan jalan cepat mengalami kerusakan.
Jika dugaan tersebut terbukti, maka proyek yang dibiayai menggunakan. Uang negara itu berpotensi tidak memberikan, manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kekecewaan warga pun semakin memuncak. Pasalnya, jalan beton tersebut diharapkan, mampu menunjang aktivitas masyarakat. Dan meningkatkan akses transportasi di wilayah desa.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Jalan yang baru selesai dibangun kini mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan dini.
Muncul dugaan adanya pengurangan. Volume material atau proses pengerjaan, yang tidak dilakukan secara profesional.
Karena itu, masyarakat mendesak pemerintah desa Galesong Baru. Untuk bersikap terbuka dan menjelaskan, secara transparan proses pelaksanaan proyek tersebut.
Warga meminta seluruh dokumen perencanaan, penggunaan anggaran. Hingga pelaksanaan pekerjaan, dapat dipublikasikan secara jelas kepada masyarakat.
Selain itu, pelaksana proyek juga diminta segera melakukan perbaikan. Terhadap bagian jalan yang rusak, sebelum kondisinya semakin parah.
Sorotan kini tertuju kepada aparat penegak hukum dan instansi pengawas terkait di Kabupaten Takalar.
Masyarakat berharap dilakukan audit teknis menyeluruh. Untuk memastikan kualitas pekerjaan, serta kesesuaian penggunaan Dana Desa pada proyek tersebut.
Pemeriksaan lapangan dinilai penting untuk mengungkap. Apakah kerusakan yang terjadi disebabkan faktor teknis, Kelalaian pelaksana. Atau adanya dugaan penyimpangan dalam pengerjaan proyek.
Jika ditemukan pelanggaran spesifikasi maupun indikasi kerugian keuangan negara. Warga meminta aparat bertindak tegas dan mengusut tuntas pihak yang bertanggung jawab.
“Dana desa seharusnya menghasilkan, pembangunan yang berkualitas. Bukan proyek yang baru selesai. Tetapi sudah menunjukkan kerusakan,” tegas salah seorang warga.






