Takalar, SulSel — Sebanyak 3.870 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar tampak tersenyum bahagia setelah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
Penyerahan SK tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Takalar, Kamis (18/12/2025), dan menjadi momentum penting bagi para pegawai yang telah lama menantikan kepastian status kepegawaian.
Namun, di balik suasana sukacita tersebut, ratusan tenaga kesehatan (nakes) RSUD Pandjonga Daeng Ngalle menggelar aksi unjuk rasa. Aksi ini berlangsung di sekitar lokasi kegiatan sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan tuntutan hak yang sama untuk dapat diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu.
Para tenaga kesehatan menyuarakan kekecewaan karena hingga kini belum terakomodir dalam skema pengangkatan PPPK Paruh Waktu. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap nasib tenaga kesehatan yang selama ini telah mengabdi di RSUD Pandjonga Daeng Ngalle.
Dalam orasinya, perwakilan nakes, Ibrahim Tompo, meminta Bupati Takalar untuk membantu memasukkan data tenaga kesehatan RSUD Pandjonga yang belum terdata dalam sistem pengangkatan PPPK. Ia juga mendesak agar pemerintah daerah membentuk tim khusus guna menyusun Peraturan Bupati (Perbub) sebagai payung hukum pengangkatan tenaga kesehatan rumah sakit menjadi PPPK.
Menanggapi aksi tersebut, Asisten Pemerintahan bersama Kepala Bagian Protokoler dan kuasa hukum Pemerintah Daerah yang ditugaskan langsung oleh Bupati Takalar menerima perwakilan tenaga kesehatan. Kehadiran para pejabat ini disebut sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap aspirasi tenaga kesehatan RSUD Pandjonga Daeng Ngalle.
“Hari ini saya sudah memanggil pihak manajemen rumah sakit. Mereka telah menyiapkan draf regulasi terkait pengangkatan tenaga kesehatan BLUD RSUD Pandjonga sebagai PPPK,” ujar Asisten Pemerintahan di hadapan para peserta aksi, seraya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Usai dari Kantor Bupati, aksi kemudian lanjut ke depan Gedung DPRD Kabupaten Takalar di pandu mobil panggung orasi dengan berbagai macam poster, salah satu yang menarik perhatian publik “Turut Berduka Atas Matinya Hati Nurani Pemerintah kab Takalar Kepada Nakes” dan ” kami nakes bagaikan sapi perah ” salah satu dari mereka membakar ban bekas sebagai bentuk kekecewaan mereka.
Alhamdulillah orasinya diterima langsung oleh Anggota DPRD kab takalar dari Komisi I, Ahmad Sabang, yang didampingi Sekretaris Dewan, dan pengamanan ketak dari pihak kepolisian bersama Intel kodim 1426 takalar. Ahmad Sabang berjanji dalam waktu dekat akan berangkat ke Jakarta untuk membawa aspirasi para tenaga kesehatan RSUD Pandjonga Daeng Ngalle ke kementerian terkait serta DPR RI.





