Takalar SulSel — Lembaga Pemberdayaan Rakyat (LPR) mempertanyakan perkembangan penyelidikan kasus meninggalnya dua bocah di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara.
Tragedi yang merenggut dua nyawa anak itu terus menjadi perhatian publik. Hingga kini, masyarakat masih menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum.
Ketua LPR, Wahyu, menyatakan pihaknya berencana menggelar aksi unjuk rasa untuk meminta kejelasan terkait penanganan kasus tersebut.
Menurutnya, kematian dua bocah di dalam area proyek. Tidak boleh dianggap sebagai kecelakaan biasa, tanpa penyelidikan yang menyeluruh.
LPR meminta aparat mengungkap penyebab pasti kejadian dan menyampaikan perkembangan kasus secara terbuka kepada masyarakat.
“Kami ingin mengetahui sejauh mana proses hukum berjalan. Dan apa hasil penyelidikan yang telah dilakukan,” kata Wahyu, Senin (09 Juni 2026).
Ia menegaskan, jika ditemukan unsur kelalaian dalam pengelolaan. Atau pengawasan proyek, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum.
LPR juga mendesak Satreskrim Polres Takalar mempercepat pengusutan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Kasus ini dinilai menyangkut keselamatan publik, dan membutuhkan penanganan yang transparan. Serta profesional.
Masyarakat berharap, seluruh fakta dapat diungkap. Sehingga keluarga korban memperoleh keadilan, dan kepastian hukum.






