Gowa SulSel — Kampus putri gowa PPTQ Al‑Imam Ashim menjadi saksi bisu upaya pencegahan narkoba yang digulirkan secara langsung oleh Sat Res Narkoba Polres Gowa. Rabu (21 Januari 2026).
Di bawah pimpinan IPTU Firman, SH., MH., selaku Kasat Res Narkoba Polres Gowa, acara ini menghadirkan lebih dari 50 peserta, di antaranya Kepala Madrasah Mariani, M.Pd.I., Gr. , serta para pelajar, pelajar, dan warga sekitar Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu.
Suasana Kelas yang Penuh Semangat
Sejak pintu utama kampus dibuka, alunan musik shalawat dan poster warna‑warni bertuliskan “Narkoba Bukan Pilihan” menyambut setiap langkah tamu. Di pojok ruangan, sebuah papan tulis berisi poin‑poin penting: jenis‑jenis narkoba, dampak kesehatan, dan sanksi hukum.
Kepala Madrasah Mariani membuka acara dengan Perayaan hangat:
“Kami berterima kasih kepada Polri yang selalu mengingatkan kami bahwa generasi muda adalah aset paling berharga. Semoga informasi ini menancapkan benang kesadaran merah di setiap hati.” Kata Kepala Madrasah Mariani, M. Pd. I, Gr. D
Sorak sorai ringan terdengar ketika Kasat Res Narkoba memulai paparan utama. Dengan gaya yang sederhana namun tegas, ia menelusuri tiga “bahaya” utama yang mengintai para remaja:
Kerusakan Fisik & Psikologis – “Narkoba merusak otak yang masih berkembang. Hal ini tidak hanya mengganggu prestasi akademis, tetapi menurunkan kualitas hidup selamanya.” Keretakan Sosial & Keluarga – “Penggunaan narkoba sering kali menjerumuskan pelaku ke dalam jaringan kriminal yang memutuskan hubungan keluarga.
Detail Hukum – “Undang‑Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menegaskan hukuman penjara hingga 12 tahun serta denda ratusan juta rupiah bagi pelakunya, terutama yang melibatkan anak di bawah umur.” ujar pelajar
Setelah presentasi, sesi tanya jawab menghidupkan kembali suasana kelas. Seorang siswi bertanya, “Bagaimana cara kami melaporkan dugaan teman yang menggunakan narkoba tanpa menimbulkan stigma?”
Firman menjawab dengan lugas: “Gunakan jalur aman yang disediakan Polri, yakni layanan Hotline 110 atau aplikasi SIPPOL . Identitas pelapor kami menjaga kerahasiaannya, sehingga kepedulian tidak menjadi beban.” ujar IPTU Firman dengan nada lembut
Seorang mahasiswa menambahkan, “Apakah ada program rehabilitasi khusus bagi remaja yang sudah terjerat?”
Kasat Res Narkoba mengonfirmasi, “Ya, Polres Gowa bekerja sama dengan Puskesmas dan lembaga rehabilitasi pemerintah. Kami menyediakan pendampingan psikologis serta program reintegrasi sosial, sehingga mereka dapat kembali ke jalur pendidikan.” jelasnya
Komitmen “Preventif, Bukan Represif”
Di akhir acara, Firman menegaskan tekad Polri Gowa dalam menanggulangi peredaran narkoba:
“Pemberantasan narkoba tidak hanya berakhir pada penangkapan. Upaya kami harus dimulai sejak dini , dengan langkah preventif seperti sosialisasi ini, dialog langsung dengan pelajar, serta memberikan edukasi yang mudah dipahami. Hanya dengan itu, kami dapat menumbuhkan generasi yang berani berkata tidak.
Ia menutup pertemuan tersebut dengan sebuah janji: “Setiap pelajar yang hadir hari ini, menjadi duta anti‑narkoba di lingkungan masing‑masing. Kami akan terus mengawal dan mendampingi kalian.” ucap IPTU Firman
Menggugah Harapan Baru
Acara yang berlangsung singkat namun berkesan ini menandai langkah konkrit Polres Gowa dalam menjalin sinergi dengan lembaga pendidikan Islam, khususnya PPTQ Al‑Imam Ashim yang dikenal memiliki jaringan kuat di kalangan remaja Makassar.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan bahwa kesadaran akan bahaya narkoba tidak hanya menjadi data statistik, melainkan budaya kehidupan yang tertanam dalam pikiran dan hati generasi penerus.
Sebagai penutup, para peserta meninggalkan ruangan dengan buku panduan anti‑narkoba berwarna biru cerah, serta semangat baru untuk menjadi garda terdepan melawan bahaya yang mengintai.
“Jika setiap anak memahami apa yang mereka hadapi, maka narkoba tak akan pernah menemukan tempat di dalam hati mereka.” ujar IPTU Firman, SH., MH.
Semoga langkah kecil ini menjadi benih yang tumbuh menjadi hutan kebaikan, melindungi masa depan Somba Opu dan Sulawesi Selatan dari bahaya narkotika.






