Kapolresta Gowa Disambut Tari Paduppa dan Angngaru

GOWA, SULSEL Penyambutan Kapolresta Gowa yang baru, KOMBES POL. Dr. H. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA, berlangsung penuh makna. Bukan sekadar seremoni pergantian pimpinan, prosesi tersebut mengangkat nilai budaya Bugis-Makassar melalui Tari Paduppa dan Tradisi Angngaru di Mapolresta Gowa, Kamis (30/7/2026) sore.

Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Gowa, Ny. Denny Yusuf, Kapolresta Gowa memasuki Mapolresta dengan sambutan Tari Paduppa yang dibawakan personel Polwan Polresta Gowa.

Bacaan Lainnya

Tari Paduppa merupakan simbol penghormatan, ketulusan, serta doa agar pemimpin yang datang membawa keberkahan, kedamaian, dan kebaikan bagi daerah yang dipimpinnya.

Suasana semakin khidmat saat prosesi dilanjutkan dengan Tradisi Angngaru yang dibawakan AIPTU Hasmawati. Dengan penuh penghayatan, ikrar adat bergema di halaman Mapolresta Gowa, menyampaikan pesan tentang keberanian, kesetiaan, kehormatan, dan kesiapan mengemban amanah.

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu menjadi pengingat bahwa setiap pemimpin yang menginjakkan kaki di tanah Gowa memikul tanggung jawab besar untuk mengabdi dengan integritas, ketulusan, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Prosesi penyambutan turut dihadiri jajaran Pejabat Utama, para Kapolsek, personel Polresta Gowa, serta pengurus Bhayangkari Cabang Gowa. Kehangatan yang tercipta mencerminkan soliditas dan semangat kebersamaan dalam menyambut kepemimpinan baru.

Kapolresta Gowa, KOMBES POL. Dr. H. Muh. Yusuf Usman, mengaku terharu atas penyambutan yang sarat nilai budaya tersebut. Menurutnya, penghormatan melalui tradisi lokal merupakan amanah moral yang harus dijawab dengan kerja nyata dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya merasa terhormat dapat diterima dengan begitu hangat melalui tradisi yang penuh makna ini. Semoga nilai-nilai kebersamaan, keberanian, dan kehormatan yang terkandung dalam Tari Paduppa dan Angngaru menjadi semangat bagi kami untuk mengemban amanah dengan tulus, bekerja secara profesional, serta selalu hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Gowa,” ujar Kapolresta.

Prosesi tersebut menjadi lebih dari sekadar penyambutan pejabat baru. Perpaduan keanggunan Tari Paduppa dan lantunan ikrar Angngaru menjadi simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus doa bagi awal pengabdian Kapolresta Gowa.

Melalui kearifan budaya yang terus dijaga, Polresta Gowa menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya bertumpu pada kewenangan, tetapi juga pada penghormatan terhadap tradisi, nilai kemanusiaan, dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *