TAKALAR — Kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar di sejumlah SPBU Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan maraknya, aktivitas pelangsiran solar untuk kebutuhan alat berat. Ekskavator di lokasi tambang galian C.
LSM Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Takalar menyebut. Sedikitnya terdapat 24 titik tambang galian C yang tersebar di empat kecamatan, yang diduga membutuhkan pasokan solar dalam jumlah besar.
Jika asumsi penggunaan mencapai 200 liter per titik per hari, maka kebutuhan solar untuk 24 titik diperkirakan mencapai 4.800 liter per hari.
Angka tersebut menjadi perhatian, karena solar bersubsidi diperuntukkan bagi kelompok. Masyarakat yang memenuhi ketentuan sebagai penerima manfaat, termasuk sektor tertentu seperti nelayan dan petani.
Sekretaris LSM LIN Kabupaten Takalar, Alamsyah Rustam, S.H., mengatakan antrean panjang di sejumlah. SPBU diduga tidak terlepas, dari aktivitas pelangsiran solar yang kemudian digunakan. Untuk operasional alat berat di lokasi tambang.
“Terjadinya antrian panjang di SPBU Kabupaten Takalar disinyalir akibat pelangsir yang membawa BBM ke tambang galian C di 24 titik di Kabupaten Takalar,” ujar Alamsyah, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum agar distribusi BBM bersubsidi tidak menyimpang dari peruntukannya.
Alamsyah juga meminta Polda Sulsel, termasuk unsur pengawasan internal seperti. Propam melakukan pemeriksaan apabila ditemukan. Dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik tersebut.
“Sikap tegas diharapkan dari penegak hukum, terutama Polda Sulsel. Agar memberikan penegakan hukum, dan memastikan masyarakat mendapatkan. Leadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Sebelumnya, sorotan terhadap aktivitas tambang galian C di Takalar juga mencuat. Menyusulnya dugaan aktivitas tambang, yang belum memenuhi ketentuan perizinan.
Namun, dugaan keterkaitan antara kelangkaan solar. Aktivitas pelangsiran, dan 24 titik tambang tersebut, masih memerlukan verifikasi dan pembuktian lebih lanjut dari pihak berwenang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU. Pertamina, maupun Polda Sulsel terkait dugaan tersebut.






