VIDEO BUKTI! Kanal C SDN 95 Takalar Ditekan Jempol Langsung Penyok

TAKALAR — Proyek revitalisasi SDN 95 Campagaya, Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, kembali menjadi sorotan.

Kali ini, sorotan mengarah pada material kanal C yang digunakan untuk rangka kuda-kuda atap sekolah.

Sebuah video berdurasi 13 detik yang direkam tim media ini memperlihatkan kondisi material tersebut.

Dalam video, seorang warga menekan ujung kanal C menggunakan satu jari jempol.

VIDEO BUKTI! Kanal C SDN 95 Takalar Ditekan Jempol Langsung PenyokHasilnya mengejutkan.

Kanal C terlihat langsung penyok, lentur, dan berubah bentuk setelah mendapat tekanan ringan.

Temuan visual itu memunculkan pertanyaan serius: apakah material tersebut benar-benar sesuai spesifikasi proyek?

Rahman Samad, Divisi Investigasi LSM PERAK Indonesia, menilai material tersebut perlu segera diperiksa secara teknis.

“Lihat videonya. Kanal C ditekan pakai jempol langsung penyok. Ini harus diperiksa, apakah benar sesuai spesifikasi dalam RAB,” ujar Rahman.

Menurut Rahman, persoalannya bukan sekadar kanal C mudah penyok.

Yang harus dibuktikan adalah ketebalan, ukuran, mutu material, serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis proyek.

Ia meminta dokumen RAB dan nota pembelian material ikut diperiksa.

Kalau spesifikasinya 0,75 milimeter, buktikan dengan pemeriksaan teknis. Jangan hanya berdasarkan pernyataan,” tegasnya.

Rahman juga mendesak aparat penegak hukum memperhatikan temuan tersebut apabila nantinya ditemukan ketidaksesuaian antara material di lapangan dan dokumen proyek.

“Jangan tunggu ada masalah pada bangunan baru material diperiksa. RAB dan nota pembelian harus dibuka,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN 95 Campagaya membantah adanya persoalan pada material tersebut.

Saat dikonfirmasi, ia menyatakan kanal C yang digunakan telah sesuai spesifikasi.

“Kalau kanal C ini sudah sesuai,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut kini menjadi perhatian setelah muncul video yang memperlihatkan kanal C mudah berubah bentuk ketika ditekan menggunakan ibu jari.

Namun, video tersebut belum dengan sendirinya membuktikan material tidak memenuhi SNI.

Kepastian hanya dapat diperoleh melalui pemeriksaan teknis Termasuk pengukuran ketebalan dan pengecekan terhadap RAB serta spesifikasi pekerjaan.

Publik kini menunggu satu hal: Benarkah material yang dipasang sesuai dokumen proyek?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *