Kasus Narkoba Gowa Melebar, DPP KAMI: Desak Kapolda SulSel Usut Dugaan Oknum Aparat

Makassar SulSel DPP Kesatuan Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI) menyoroti pengungkapan jaringan peredaran. Narkotika skala besar di kecamatan bontonompo kabupaten Gowa, yang sebelumnya berhasil, dibongkar oleh BNNP Sulawesi Selatan.

Ketua Umum DPP KAMI, mengapresiasi langkah BNNP Sulsel, yang dinilai berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika. Yang diduga telah lama beroperasi di wilayah, Kabupaten Gowa dan Kabupaten takalar.

Bacaan Lainnya

DPP KAMI, meminta aparat penegak hukum tidak berhenti hanya pada penangkapan pelaku utama. Melainkan juga mendalami seluruh informasi yang muncul dalam proses penyidikan, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat, yang disebut dalam pengakuan tersangka.

“Kami mengapresiasi keberhasilan BNNP Sulsel mengungkap jaringan ini. Namun jika benar terdapat dugaan keterlibatan oknum aparat, yang menerima setoran rutin setiap 10 hari. Sebagaimana disebut dalam pengakuan tersangka, maka hal itu wajib diusut secara tuntas, profesional, dan transparan,” kata Idam, Senin (01/06/2026).

Menurutnya, pemberantasan narkotika harus dilakukan secara menyeluruh, dan tidak tebang pilih. Aparat penegak hukum, kata dia, harus berani menelusuri kemungkinan adanya pihak lain. Yang diduga turut menikmati keuntungan, maupun memberikan perlindungan terhadap aktivitas jaringan tersebut.

Karena itu, KAMI mendesak Kapolda Sulsel membentuk tim khusus, guna mendalami dugaan keterlibatan oknum, yang disebut dalam proses penyidikan.

“Kami meminta Kapolda Sulsel membentuk tim khusus untuk mendalami dugaan keterlibatan oknum yang disebut tersangka. Jika terbukti ada anggota yang terlibat, maka proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Selain mendalami dugaan keterlibatan pihak lain. KAMI juga meminta aparat menelusuri aset para tersangka, yang diduga berasal dari hasil tindak pidana narkotika. Termasuk adanya unsur tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Kami mendukung penegakan hukum yang menyeluruh, termasuk penelusuran aset yang diduga, berasal dari aktivitas peredaran narkotika. Ini penting untuk memutus rantai, kejahatan dan memberi efek jera,” lanjutnya.

KAMI menegaskan seluruh dugaan yang berkembang harus dibuktikan melalui proses hukum yang objektif dan akuntabel. Pihaknya juga mengajak masyarakat ikut mengawal proses penegakan hukum agar berjalan transparan.

“Jangan sampai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tercoreng oleh ulah segelintir oknum. Kami percaya Kapolda Sulsel memiliki komitmen membersihkan institusi dari siapa pun yang terbukti terlibat jaringan narkotika,” tutup Idam.

 

Sumber : Idam 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *