Maros SulSel — Dunia e-sport di Kabupaten Maros terus menunjukkan geliat positif. Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Maros menggelar Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Kapolres Cup 2026, Sabtu (20/6/2026).
Mengusung tema “Dream to Become”, ajang ini menjadi panggung bagi para gamer muda untuk membuktikan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju kompetisi tingkat nasional.
Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendra Jaya, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Didampingi jajaran pejabat utama Polres Maros.
Sejumlah tokoh olahraga dan e-sport turut hadir, mulai dari unsur KONI, KORMI, ESI hingga IESPA tingkat kabupaten dan provinsi.
Suasana pembukaan berlangsung meriah. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lagu Indonesia Raya dan Mars IESPA berkumandang, menandai dimulainya salah satu kompetisi e-sport terbesar yang digelar di Maros tahun ini.
Turnamen Mobile Legends yang dipertandingkan bukan sekadar ajang hiburan. Kompetisi ini merupakan program resmi Mabes Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 yang menjadi jalur seleksi menuju tingkat Polda hingga nasional.
Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendra Jaya menegaskan para peserta harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka.
“Pemenang dari tingkat kabupaten akan melaju ke tingkat Polda dan berkesempatan bersaing di level nasional. Kami berharap perwakilan Maros mampu berbicara banyak dan membawa nama daerah hingga tingkat nasional,” tegas Kapolres.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital tidak boleh hanya menjadi sarana hiburan semata.
E-sport kini telah berkembang menjadi industri kompetitif yang mampu mencetak atlet profesional, membuka peluang ekonomi, sekaligus membangun karakter generasi muda.
Sportivitas, disiplin, strategi dan kerja sama tim menjadi nilai penting yang terus didorong melalui kompetisi semacam ini.
Antusiasme peserta menjadi bukti nyata. Kabupaten Maros bahkan tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah peserta terbanyak dalam pelaksanaan Kapolri Cup 2026.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa e-sport di Maros berkembang pesat dan semakin diminati kalangan anak muda.
Dukungan penuh Polres Maros juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kehadiran Polri dalam mendukung ruang kreatif generasi muda. Dinilai menjadi langkah positif dalam mengarahkan potensi digital ke jalur yang produktif dan berprestasi.
Kapolri Cup 2026 bukan hanya soal kemenangan di arena permainan.
Ajang ini menjadi wadah pembinaan talenta muda, ruang lahirnya atlet-atlet e-sport masa depan, sekaligus bukti bahwa Polri terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Melalui turnamen ini, Polres Maros ingin mengirim pesan kuat bahwa generasi muda harus mampu menjadi pelaku utama di era digital, bukan sekadar penonton.
Semangat itu sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-80:
“80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.”






