Gowa SulSel — Saat Indonesia merayakan peringatan 80 tahun Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2026, Kasatresnarkoba Polres Gowa Iptu Firman SH. MH, naik podium untuk menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada para jurnalis bangsa. 9 Februari 2026.
Pidatonya, yang disampaikan dengan kehangatan seorang mitra dalam pelayanan publik, menggarisbawahi misi bersama: transparansi, tanggung jawab, dan kepercayaan abadi antara penegak hukum dan pers
Aliansi Strategis untuk Kejelasan dan Keamanan
Dalam pidatonya, Iptu Firman secara terbuka memuji media sebagai “sekutu strategis” dalam upaya Polri untuk membina masyarakat yang aman dan harmonis. “Pekerjaan Anda dalam menyebarkan informasi yang mendidik, objektif, dan berimbang tidak hanya vital—tetapi juga transformatif,” ujarnya.
Bagi Firman, pers berfungsi sebagai jembatan antara otoritas dan publik, memastikan bahwa setiap narasi seakurat dan seberempati mungkin.
Peran jurnalis, ia tekankan, melampaui sekadar melaporkan berita—ini tentang menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat).
“Ketika Anda menulis dengan integritas dan menghormati kode etik jurnalistik, Anda membantu menghilangkan informasi yang salah, meredakan ketegangan, dan membangun rasa aman bersama,” jelasnya. Ia mengutip contoh-contoh di mana liputan isu-isu masyarakat yang tepat waktu dan bertanggung jawab telah mendorong kolaborasi antara polisi dan warga, memperkuat ikatan kepercayaan timbal balik yang tak terlihat.
Harmoni sebagai Landasan Kemajuan
Pesan Firman melampaui kata-kata. Ia mengumumkan komitmen Polres Gowa untuk memperdalam kemitraan dengan media lokal dan nasional melalui dialog reguler dan sesi pelatihan kolaboratif. “Kita bukan hanya tetangga yang bertugas; kita adalah rekan satu tim dalam pelayanan. Sudut pandang Anda membantu kami melihat lebih banyak, dan kemitraan kita memastikan masyarakat Gowa melihat kebenaran,” ujarnya.
Pendekatan yang berwawasan ke depan ini bertujuan untuk melembagakan budaya keterbukaan, di mana tindakan polisi dan kekhawatiran masyarakat diungkapkan dengan jelas dan akuntabel.
Sebuah Visi untuk Masa Depan
Saat pers menatap ke depan, seruan Firman bergema: jurnalisme yang bertanggung jawab dan penegakan hukum yang beretika bukanlah kekuatan yang bertentangan, melainkan pilar stabilitas yang saling melengkapi. “Di era digital, taruhannya lebih tinggi. Bersama-sama, kita dapat mengalahkan rumor dan disinformasi dengan kebenaran,” tegasnya.
Perayaan HPN di Gowa tidak berakhir hanya dengan pidato. Para jurnalis dan petugas bergabung dalam upacara penanaman pohon simbolis di alun-alun kota, sebuah isyarat pertumbuhan dan persatuan. Sebagaimana akar bertemu tanah, demikian pula ikatan antara mereka yang memberi informasi dan mereka yang melindungi akan terjalin, membentuk masa depan di mana kepercayaan tidak hanya diperoleh tetapi juga dipupuk—satu berita utama, satu detak jantung pada satu waktu.
“Selamat Hari Jurnalis kepada seluruh jurnalis di Indonesia, semoga pena Anda terus menerangi jalan menuju keadilan, dan semoga tangan kita tetap teguh dalam menapakinya bersama,” demikian kesimpulan Iptu Firman, suaranya bergema tidak hanya di Gowa, tetapi di seluruh negeri.






