MAKASSAR, SULSEL — Gerakan Reformasi Alauddin Makassar (GERAM) mengapresiasi peran Pangdam XIV/Hasanuddin dan jajaran Kodim dalam mengawal Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
GERAM menilai keterlibatan TNI melalui satuan teritorial penting untuk memastikan pembangunan 5.335 titik Koperasi Merah Putih berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Koordinator GERAM, Aim, mengatakan pihaknya tengah menghimpun masukan dan informasi dari masyarakat sebagai bagian dari pengawasan publik.
“Kami mendukung penuh program Koperasi Merah Putih. Sebagai mitra masyarakat, kami ingin memastikan program ini berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal,” ujar Aim, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, data dan informasi yang diperoleh dari lapangan akan disampaikan melalui jalur resmi kepada pihak terkait.
GERAM juga menilai Kodam XIV/Hasanuddin memiliki posisi strategis dalam koordinasi, pengawalan, dan pendampingan program di tingkat desa. Peran tersebut dinilai sejalan dengan fungsi pembinaan teritorial TNI dalam mendukung program strategis pemerintah.
Sebagai tindak lanjut, GERAM bersama Koalisi Masyarakat Sipil berencana menyerahkan hasil pemantauan kepada Pangdam XIV/Hasanuddin.
Langkah itu ditujukan untuk memperkuat evaluasi sekaligus membangun sinergi antara masyarakat sipil dan aparat dalam mengawal program tersebut.
“Kami percaya, dengan komunikasi dan data yang baik, program ini akan semakin kuat. Jika ada hal yang perlu menjadi perhatian bersama, kami siap berkoordinasi dan menyampaikannya secara objektif kepada lembaga berwenang,” tegas Aim.
GERAM turut mendorong agar seluruh proses perencanaan, pembangunan, hingga penggunaan anggaran Koperasi Merah Putih dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
GERAM juga meminta pembinaan terhadap calon pengelola koperasi dilakukan secara profesional, manusiawi, dan sesuai ketentuan.
“Kami yakin TNI profesional. Bersama-sama kita kawal agar Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat desa di Sulsel,” tutup Aim.






