TAKALAR – Keterlambatan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 2 Mappakasunggu mulai menuai keluhan dari sejumlah tenaga pendidik dan pegawai honorer. Hingga kini, anggaran yang menjadi penopang utama operasional sekolah tersebut belum juga cair, sehingga berdampak langsung pada pembayaran honor pegawai serta aktivitas administrasi sekolah.
Keluhan tersebut mencuat saat sejumlah awak media melakukan konfirmasi ke sekolah terkait pembayaran langganan media. Dalam kesempatan itu, terungkap bahwa pihak internal sekolah tengah menghadapi kendala finansial akibat belum turunnya dana BOS.
Sejumlah pegawai mengaku hingga saat ini belum memperoleh penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan pencairan dana tersebut. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan tenaga pendidik dan staf sekolah.
“Kami sendiri bingung dan tidak tahu apa persoalannya sampai sekarang dana BOS belum juga cair. Sejauh ini belum ada penjelasan terbuka kepada kami terkait kendala yang dihadapi,” ujar salah seorang pegawai yang meminta identitasnya dirahasiakan saat ditemui di lingkungan sekolah.
Akibat keterlambatan tersebut, pembayaran honor bagi sejumlah pegawai honorer dilaporkan belum terealisasi. Situasi ini memicu keresahan, mengingat sebagian besar pegawai sangat bergantung pada honor tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Para pegawai juga mempertanyakan kondisi ini karena berdasarkan informasi yang mereka terima, sebagian besar sekolah menengah pertama lainnya di wilayah Kabupaten Takalar disebut telah menerima pencairan dana BOS sejak beberapa waktu lalu.
Ketidakpastian ini memunculkan sorotan terhadap aspek transparansi pengelolaan administrasi di internal sekolah. Sejumlah guru dan staf berharap pihak manajemen sekolah, khususnya kepala sekolah, dapat segera memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah lingkungan pendidikan.
“Kami hanya berharap ada kejelasan. Kalau memang ada kendala administrasi, sebaiknya disampaikan secara terbuka supaya kami juga memahami kondisi sebenarnya,” ungkap salah seorang tenaga pendidik.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMPN 2 Mappakasunggu belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan teknis keterlambatan pencairan dana BOS tersebut.
Sementara itu, para pegawai berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar dapat segera turun tangan melakukan monitoring dan evaluasi agar persoalan ini tidak berlarut-larut serta tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
Mereka menilai, keterbukaan informasi dan percepatan penyelesaian administrasi sangat diperlukan agar hak-hak tenaga honorer dapat segera terpenuhi dan stabilitas operasional sekolah tetap terjaga.






