Kendari Sultra — Dua lurah di Kota Kendari sulawesi tenggara, menjadi sorotan setelah digerebek warga saat berada di. Kantor jelurahan Poasia kecamatan Abeli. Jumat (12/6/2026) malam.
Peristiwa itu menyeret nama Lurah Poasia, Zakir Muhammadong, dan Lurah Talia, Rachmat Aboe Kasim. Keduanya kemudian diamankan aparat kepolisian setelah warga mendatangi lokasi.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan, keributan bermula dari suara teriakan seorang wanita dari dalam kantor kelurahan. Dugaan sementara, teriakan itu dipicu persoalan pembayaran yang disebut tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
Warga yang mendengar keributan langsung berdatangan. Suasana mendadak tegang setelah diketahui pria yang berada di dalam kantor tersebut merupakan pejabat pemerintahan aktif.
Kejadian itu sontak memicu reaksi warga. Pasalnya, lokasi yang disebut dalam peristiwa tersebut merupakan, kantor kelurahan yang selama ini digunakan sebagai fasilitas pelayanan publik.
Menurut keterangan warga, dua wanita yang berada di lokasi mengaku tidak mengetahui bangunan yang mereka datangi adalah kantor kelurahan. Mereka mengira tempat tersebut merupakan penginapan karena kondisi bangunan tertutup dan minim aktivitas.
Laporan warga segera ditindaklanjuti aparat. Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari mendatangi lokasi dan mengamankan dua lurah bersama dua wanita untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya pengamanan terhadap dua lurah yang sebelumnya menjadi perhatian warga.
Hingga kini, polisi masih mendalami kronologi dan fakta-fakta yang berkembang. Aparat juga belum menyampaikan adanya penetapan. Status hukum terhadap pihak yang diamankan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pejabat pemerintahan dan terjadi di lingkungan. Kantor kelurahan yang seharusnya dijaga marwah serta integritasnya sebagai tempat pelayanan masyarakat.






