SPMP Minta PT. Pertamina (Persero) Regional Tutup SPBU 74.922.47 Panaikang, Diduga ada Pungli Setoran Dana Jeringe

Takalar SulSel Simpul Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Selatan (SPMP) mendesak pihak PT Pertamina (Persero) regional untuk segera turun langsung ke lapangan guna melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyaluran BBM subsidi di SPBU Panaikang indikasi adanya pungutan dana jerigen bagi pengumpul BBM Bersubsidi jenis Solar. Rabu (05 Mei 2026).

Desakan ini muncul adanya informasi dari beberapa pengumpul yang saat ditemui dan di tlpon soal adanya pemberitaan sebelumnya yang tidak mau di sebut namanya , bahwa ada nya setoran yang di keluarkan oleh pengumpul saat mengisi BBM bersubsidi jenis Solar(Pungutan) dimana pembayaran langsung di potong saat membayar BBM dari oleh oknum SPBU Panaikang senilai Rp 13 Ribu perjergen.

Bacaan Lainnya

Lanjut ” Informasi satu bulan yang lalu adanya kejadian di SPBU Panaikang di lokasi kecamata Pattallassang, Kabupaten Takalar salah satu masyarakat saat mengisi BBM menggunakan mobil dan motor di SPBU Panaikang untuk di isi Full dan di bayar full ternyata jarum pengukur BBM di kendaraan tidak bergerak sehingga memuai sorotan bahwa di duga SPBU Panaikang memanipulasi mesin BBM di Panaikang sehingga masyarakat dan pengumpul banyak mengeluh adanya oknum SPBU Panaikang yang bermain di luar dari aturan yang berlakukan di SPBU Panaikang.

Keluhan masyarakat Takalar, khususnya petani, yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM meski telah memiliki barcode resmi dari Dinas tertentu sebagai syarat pembelian juga di beban kan setoran di SPBU Panaikang 74.922.47.

05/05/2026., Menejer SPBU 74.922.47. saya di konfirmasi lewat WhatsApp nya tentang adanya pungutan Rp 13 ribu perjergen. Tabe daeng itu tdk benar, Tidak ada kebijakan SPBU yang memungut biaya tambahan di luar harga resmi yang ditetapkan Pertamina. Informasi mengenai pungutan Rp10.000 sampai Rp 13.000 per jerigen tidak berasal dari kebijakan SPBU. Apalagi kami pihak spbu sdh memasang stikker pengumuman di setiap dispenser pulau pompa, Ungkapnya.

Simpul Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda menilai PT Pertamina tidak cukup hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi harus melakukan pengecekan rutin langsung di lapangan, dimana SPBU Panaikang menyala gunakan wewenang nya di karena kan adanya oknum SPBU bermain BBM bersubsidi dengan pengumpul Solar dan Oknum SPBU memungut uang jerigen senilai Rp 13 ribu per jerigen.

Rais Al Jihad Selaku Pembina SPMP “Mendesak PT Pertamina regional segera turun tangan dan tidak menutup mata terhadap kondisi yang dialami petani. Lakukan pemeriksaan terbuka di SPBU Panaikang, ungkap.

Lanjut” Jika ada permainan kuota yang melanggar aturan atau memanipulasi mesin pompa BBM maka pihak PT Pertamina Regional harus tutup SPBU 74.922.47. Panaikang , serta tindak tegas setiap bentuk penyimpangan,” tegas pernyataan Rais. Kamis (07/05/2026).

Selain itu, Rais Al Jihad juga meminta pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk turut melakukan pengawasan guna mencegah terjadinya pembiaran dan apabila tuntutan tersebut tidak direspons, kami siap menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk tekanan kepada PT Pertamina Regional agar bertanggung jawab.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *