Polresta Gowa Cek SPBU, BBM Kosong dan Antrean Mengular

GOWA, SULSEL  Antrean panjang kendaraan hingga kekosongan stok BBM menjadi perhatian Polresta Gowa. Polisi turun langsung ke sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, untuk mengawasi distribusi BBM bersubsidi.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan penyaluran. BBM bersubsidi berjalan tepat sasaran, tepat volume. Dan tepat manfaat.

Bacaan Lainnya

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Gowa IPDA Andi Muhammad Alfian, S.H., bersama Kasubnit 1 Unit III Tipidter IPDA Muhammad Nur, S.H., dan tim melakukan pengecekan pada Kamis (10/9/2026).

Petugas menyasar sejumlah SPBU sekaligus memantau ketersediaan stok serta potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Pengecekan pertama dilakukan di SPBU 74.92117. Kelurahan pandang-pandang, kecamatan Somba Opu.

Polresta Gowa Cek SPBU, BBM Kosong dan Antrean MengularSaat tim tiba, seluruh pompa tidak beroperasi. Stok BBM bersubsidi di SPBU tersebut dilaporkan habis. Dan pihak pengelola masih menunggu pasokan dari, Depot Pertamina Patra Niaga Makassar.

Petugas kemudian bergerak ke SPBU 74.921.05 di Jalan Tumanurung Raya, Kelurahan Bonto-Bontoa.

Di lokasi tersebut, antrean panjang kendaraan terlihat untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite. Sementara stok Pertamax kosong.

Adapun Solar tidak lagi dijual di SPBU tersebut sejak beberapa tahun terakhir.

Pengecekan berlanjut ke SPBU 74.921.04 di Jalan Abd. Kadir Dg. Suro, Samata.

Antrean panjang kembali ditemukan. Kendaraan mengular untuk mendapatkan Pertalite, sedangkan stok Solar bersubsidi dalam kondisi habis.

Di lokasi itu, IPDA Muhammad Nur, S.H., mengingatkan pengelola SPBU agar penyaluran BBM bersubsidi tetap dilakukan sesuai ketentuan.

“Kami mengingatkan agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran, tepat volume, dan tepat manfaat. Kami juga meminta pengelola SPBU mengantisipasi antrean panjang serta segera melaporkan apabila ditemukan adanya praktik rekayasa atau penyalahgunaan dalam pengisian BBM bersubsidi,” tegasnya.

Polisi juga mengingatkan masyarakat dan pengelola SPBU agar tidak memberikan ruang bagi oknum yang berupaya memperoleh BBM bersubsidi secara tidak semestinya.

Modus yang menjadi perhatian antara lain modifikasi tangki kendaraan untuk menambah kapasitas, penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai atau ilegal, serta modus penyalahgunaan lainnya.

Polresta Gowa menegaskan tidak akan membiarkan penyalahgunaan BBM bersubsidi berlangsung berulang.

IPDA Muhammad Nur mengatakan, pihaknya akan membuat laporan dan berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Makassar apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.

“Apabila ditemukan pelanggaran, kami akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina Patra Niaga Makassar untuk dilakukan langkah sesuai ketentuan, mulai dari teguran dan surat peringatan hingga pencabutan izin. Jika memenuhi unsur pidana, tentunya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Pengawasan kemudian dilanjutkan ke SPBU Tun Abdul Razak 74.921.10 di Jalan Tun Abdul Razak, Paccinongang.

Di SPBU tersebut tidak terdapat aktivitas pengisian. Stok Pertalite dan Solar bersubsidi dilaporkan habis dan pihak pengelola masih menunggu pasokan dari depot.

Tim selanjutnya mengecek SPBU Andi Tonro 74.921.08 di Jalan Andi Tonro Nomor 47, Bonto-Bontoa.

Di lokasi itu terdapat antrean kendaraan untuk pengisian Solar bersubsidi. Sementara stok Pertalite kosong dan masih menunggu pengiriman dari depot.

Rangkaian pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi. BBM bersubsidi tetap berjalan sesuai ketentuan.

Selain memantau stok, polisi juga mengawasi potensi penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat.

Polresta Gowa mengimbau masyarakat tetap tertib saat mengantre dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Pengawasan akan terus dilakukan, agar BBM bersubsidi benar-benar diterima. Masyarakat yang berhak, dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *