Maros SulSel — HUT Bhayangkara ke-80 di kabupaten maros tak hanya dirayakan dengan seremoni. Polres Maros memilih turun langsung ke tengah masyarakat lewat pesta rakyat yang unik dan sarat budaya lokal.
Salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian adalah. Lomba Balap Jolloro’ Mini Kapolres Maros Cup, yang akan digelar di Kecamatan Bontoa.
Antusiasme masyarakat terbilang luar biasa.
Sejak pendaftaran dibuka, ratusan warga dari berbagai wilayah di. Maros dan daerah sekitar langsung mendaftarkan diri. Hingga menjelang pelaksanaan lomba, jumlah peserta tercatat mencapai 230 orang.
Mereka akan membawa miniatur perahu jolloro’ andalan masing-masing untuk bertarung memperebutkan gelar juara di lintasan balap air.
Tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa perlombaan ini bukan sekadar hiburan biasa. Event tersebut telah menjelma menjadi magnet baru yang mampu menarik perhatian masyarakat lintas usia.
Kapolres Maros melalui Kasi Humas. AKP Ahmad mengatakan, lomba ini sengaja digelar untuk. Mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menjaga warisan budaya lokal, agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Perahu jolloro’ sendiri merupakan simbol kehidupan masyarakat pesisir Bugis-Makassar. Selama ini, jolloro’ dikenal sebagai alat transportasi sekaligus penunjang aktivitas para nelayan.
Kini, perahu tradisional itu hadir dalam bentuk miniatur. Kreatif yang dipadukan dengan, semangat kompetisi dan sportivitas.
“Kami ingin HUT Bhayangkara ke-80 ini menjadi pestanya seluruh masyarakat Maros. Melalui Lomba Balap Jolloro’ Mini ini, kita mempererat silaturahmi sesuai tema HUT Bhayangkara tahun ini, 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat, sekaligus mengangkat kembali potensi budaya lokal kita,” ujar AKP Ahmad. Jumat (19/6/2026).
Ia menambahkan, peserta akan berlaga dalam dua kategori, yakni Balap Jolloro’ Mini dan Jolloro’ Hias.
Tak hanya menyajikan tontonan menarik, turnamen ini juga memperebutkan hadiah jutaan rupiah serta trofi eksklusif Kapolres Maros.
Dengan jumlah peserta yang terus membludak, kawasan Bontoa diprediksi akan dipadati. Pengunjung dan penonton yang ingin menyaksikan, langsung persaingan miniatur jolloro’ di atas lintasan air.
Melalui kegiatan ini, Polres Maros menegaskan komitmennya untuk hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari kegembiraan masyarakat.
Di usia ke-80 tahun pengabdiannya, Polri ingin memastikan bahwa semangat kebersamaan, budaya, dan kedekatan dengan warga tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.






