Miris! 12 Tahun Mengabdi di BPN Gowa, PNS Ini Tinggal di Rumah Bocor Bersama 5 Anak

GOWA, SULSEL — Belasan tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) tak menjamin kehidupan yang layak. Didin, pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa, harus menjalani kehidupan sederhana bersama istri dan lima anaknya di rumah yang kondisinya memprihatinkan.

Sejak mengabdi pada 2014, Didin masih menempati rumah milik saudaranya. Hunian tersebut telah ditempatinya sejak sebelum menikah dan hingga kini menjadi tempat berlindung bagi keluarganya.

Kondisi rumah itu jauh dari kata layak. Bagian dapur dan kamar mandi terlihat sederhana. Atap rumah dilaporkan bocor, sementara sejumlah bagian dinding mulai mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut terungkap saat Penasehat Hukum dan Kebijakan DPP Asosiasi Jurnal Nusantara (AJUN), Farid Mamma, S.H., M.H., dari Law Firm, mendatangi langsung kediaman Didin.

Pilih Hidup Sederhana, Tak Ingin Menyalahgunakan Jabatan

Di tengah keterbatasan ekonomi, Didin mengaku tetap berusaha menjalani pekerjaan dan kehidupannya dengan prinsip membantu sesama.

“Saya orangnya tidak sampai hati. Saya orangnya membantu,” tutur Didin.

Kesederhanaan hidupnya menarik perhatian Farid Mamma. Ia menilai kondisi yang dilihat langsung di lapangan menjadi pengingat bahwa kesejahteraan aparatur negara juga perlu mendapat perhatian.

“Di luar kita melihat beliau bekerja dan menjalankan tugas dengan baik. Tapi begitu melihat rumahnya, ada realita miris yang tidak diketahui orang banyak. Kita harus memanusiakan manusia,” tegas Farid.

Farid menyampaikan kepedulian tersebut melalui penyerahan bantuan tali asih secara langsung kepada Didin.

BPN Gowa Didorong Beri Perhatian

Farid juga mendorong pimpinan BPN, khususnya di Kabupaten Gowa, agar memberikan perhatian terhadap kondisi sosial dan kesejahteraan pegawainya.

Menurutnya, pengabdian seorang pegawai perlu diiringi perhatian terhadap kondisi kehidupan yang dijalaninya, terutama ketika terdapat persoalan mendasar seperti tempat tinggal yang kurang layak.

Kisah Didin menjadi potret kehidupan seorang pegawai yang masih berjuang memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan.

Perhatian dari instansi terkait diharapkan dapat membuka ruang bagi penelusuran kondisi kesejahteraan pegawai, sekaligus memastikan dukungan yang tepat bagi mereka yang membutuhkan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak BPN Kabupaten Gowa mengenai kondisi Didin maupun kemungkinan bentuk perhatian yang dapat diberikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *