SINJAI, SULSEL — Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sinjai tak sekadar disiapkan sebagai agenda seremonial.
Kementerian Agama (Kemenag) Sinjai mulai membawa gagasan yang lebih jauh. Mendorong santri masuk ke dunia teknologi dan inovasi.
Salah satunya melalui rencana pengembangan, kendaraan roda empat berbahan bakar gas.
Gagasan tersebut mencuat saat Kepala Kemenag Sinjai H. Faried Wajedi bersama jajaran dan Panitia Hari Santri melakukan audiensi dengan Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif.
Pertemuan itu sekaligus membahas persiapan peringatan. Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sinjai.
Puncaknya dijadwalkan pada 22 Oktober 2026.
Berbagai kegiatan akan melibatkan santri, pondok pesantren, serta unsur terkait.
Namun, ada hal lain yang menjadi perhatian.
Kemenag Sinjai ingin menjadikan momentum Hari Santri, sebagai ruang untuk menunjukkan bahwa. Santri juga memiliki potensi di bidang teknologi.
Bukan hanya mengaji. Bukan hanya belajar ilmu agama. Santri juga didorong menciptakan inovasi.
Kepala Kemenag Sinjai H. Faried Wajedi mengatakan potensi santri perlu dikembangkan melalui pendidikan yang memadukan nilai keagamaan, keterampilan, kreativitas, dan teknologi.
“Santri hari ini tidak hanya dituntut mampu memahami ilmu agama, tetapi juga harus mampu berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Faried, rencana kendaraan berbahan bakar gas merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk membuka ruang kreativitas dan inovasi santri.
Bupati: Gagasan Bagus, Tapi Harus Dikaji
Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menyambut positif gagasan tersebut.
Ia menilai inovasi kendaraan berbahan bakar gas menunjukkan adanya potensi santri untuk berkembang di bidang teknologi.
Namun, Ratnawati tidak ingin inovasi berhenti pada sebatas gagasan.
Pengembangannya, kata dia, harus dilakukan secara bertahap dan melalui kajian yang matang.
Terutama menyangkut teknologi, keamanan. Efisiensi, dan kelayakan penggunaan.
“Ini merupakan gagasan yang sangat baik. Kita tentu memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan semangat inovasi para santri,” ujar Ratnawati.
Ia menegaskan, aspek teknis dan keamanan perlu menjadi perhatian. Sebelum inovasi tersebut dikembangkan lebih lanjut.
Audiensi Kemenag Sinjai dengan Bupati pun membuka arah baru dalam peringatan Hari Santri 2026.
Momentum tersebut bukan hanya soal perayaan.
Ada pesan yang ingin didorong: santri harus memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan agama. Keterampilan, kreativitas. Hingga teknologi.
Dan di Sinjai, gagasan itu mulai dibawa. Ke meja pemerintah daerah.




