MAKASSAR, SULSEL — Dewan Pengurus Pusat Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone (DPP KEPMI Bone) resmi melantik pengurus periode 2026–2028 di Aula Kantor DPD RI Perwakilan Sulawesi Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi besar untuk memperkuat soliditas organisasi, menghidupkan kembali kepengurusan di tingkat kecamatan dan komisariat, serta mendorong transformasi kepemimpinan KEPMI Bone.
Mengusung tema “Konsolidasi Gerakan dan Transformasi Kepemimpinan Menuju KEPMI Bone yang Progresif dan Berdampak”, kepengurusan baru dituntut tidak berhenti pada seremoni pelantikan, tetapi segera menghadirkan kerja nyata bagi kader dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Bidang Kesejahteraan Rakyat M. Ishak Iskandar, serta Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bone Muh. Yusri, S.IP., yang sekaligus melantik pengurus DPP KEPMI Bone.
Hadir pula perwakilan Dewan Penasihat, Dewan Pembina, para senior dan demisioner pengurus, serta perwakilan DPK dan DPC KEPMI Bone.
Dukungan terhadap kepengurusan baru juga datang dari Wali Kota Makassar dan Ketua DPRD Kabupaten Bone melalui karangan bunga ucapan selamat dan sukses.
Konsolidasi Jadi Agenda Utama
Di balik pelantikan tersebut, konsolidasi internal menjadi salah satu agenda strategis kepengurusan baru.
Keterlibatan perwakilan DPK dan DPC dalam pembentukan kepengurusan DPP diharapkan memperkuat keterwakilan aspirasi dari seluruh basis organisasi.
Langkah ini sekaligus diarahkan untuk mengaktifkan kembali sejumlah DPK dan DPC yang selama ini kurang aktif agar roda organisasi kembali berjalan optimal.
DPP KEPMI Bone juga berkomitmen melakukan revitalisasi organisasi melalui pendampingan dan konsolidasi terhadap kepengurusan cabang maupun komisariat yang telah melewati masa periodesasi.
Dengan demikian, penguatan organisasi tidak hanya berpusat di tingkat DPP, tetapi dimulai dari basis kaderisasi di daerah.
Khaidir Pasang Target Kerja dalam 30 Hari
Ketua Umum DPP KEPMI Bone, Muh. Khaidir, menegaskan bahwa pengurus yang baru dilantik harus segera bekerja dan tidak terjebak dalam kegiatan seremonial.
Ia menyebut terdapat sejumlah target organisasi yang harus mulai dituntaskan dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
Menurut Khaidir, konsolidasi menjadi prioritas untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan memastikan seluruh elemen organisasi bergerak dalam satu arah.
“Pelantikan ini bukanlah garis akhir dari sebuah proses organisasi, melainkan titik awal untuk bekerja dan membuktikan komitmen bersama. Dalam kurun waktu satu bulan ke depan, kita memiliki target yang harus mulai diwujudkan. Karena itu, konsolidasi kepengurusan akan terus kita lakukan agar seluruh elemen dapat bergerak bersama dalam mencapai tujuan organisasi,” tegas Muh. Khaidir.
Ia juga menekankan bahwa KEPMI Bone harus bertransformasi menjadi organisasi yang progresif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kader, masyarakat Bone, dan pembangunan daerah.
Kesbangpol Bone Tekankan Persatuan dan Konstitusi
Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Bone, Muh. Yusri, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPP KEPMI Bone periode 2026–2028.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya menjadikan konstitusi organisasi sebagai landasan utama dalam menjalankan kepengurusan.
Ia menegaskan bahwa secara konstitusional KEPMI Bone memiliki satu kepemimpinan yang harus dihormati dan menjadi pedoman bersama.
Dinamika yang pernah terjadi dalam perjalanan organisasi, menurutnya, harus dijadikan pembelajaran untuk mendewasakan kader, bukan menjadi alasan memperlebar perbedaan.
“Selamat kepada seluruh pengurus DPP KEPMI Bone yang telah dilantik. Kami berharap seluruh kader dapat menjadikan konstitusi organisasi sebagai pegangan bersama. Dalam organisasi, kita harus memahami dan menghormati aturan main organisasi. KEPMI Bone secara konstitusi hanya memiliki satu ketua. Adapun dinamika yang sempat terjadi sebelumnya hendaknya menjadi pembelajaran bagi seluruh kader untuk semakin dewasa dalam berorganisasi,” tegasnya.
Yusri juga menekankan bahwa semangat persatuan Ke-To-Bone-an harus menjadi fondasi dalam merawat kebersamaan dan menjaga keutuhan organisasi.
Ia berharap kepemimpinan Khaidir mampu membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bone, khususnya dalam mendukung program pembangunan daerah.
Pemprov Sulsel Dorong KEPMI Bone Jadi Wadah Pemimpin
Sementara itu, Asisten I Gubernur Sulawesi Selatan, M. Ishaq Iskandar, yang hadir mewakili Gubernur Sulsel, menyebut pelantikan tersebut menjadi bukti bahwa eksistensi dan semangat KEPMI Bone masih terjaga.
Ia berharap organisasi ini terus menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.
Menurutnya, Bone memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh nasional, di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
“Pelantikan ini menjadi penanda bahwa spirit KEPMI Bone masih terus hidup dan terjaga. Kami berharap program-program strategis yang dirancang oleh kepengurusan baru dapat diselaraskan dengan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga terbangun sinergi yang kuat antara organisasi kemahasiswaan dan pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis sebagai kekuatan intelektual yang dapat menghadirkan gagasan, masukan, serta inovasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Karena itu, KEPMI Bone diharapkan mampu melahirkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Melalui kepengurusan periode 2026–2028, DPP KEPMI Bone menegaskan komitmennya menjadikan organisasi sebagai rumah bersama seluruh kader sekaligus wadah perjuangan untuk melahirkan gagasan, gerakan, dan kepemimpinan yang progresif serta berdampak bagi daerah dan bangsa.





