MAKASSAR, SULSEL — Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Sulawesi Selatan langsung bergerak cepat usai melantik 10 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Gedung Mandala Bakti, Makassar, Sabtu (4/7/2026).
Organisasi kepala desa tersebut menetapkan tiga program prioritas sebagai arah kerja periode 2024–2029. Fokusnya meliputi penguatan kolaborasi lintas sektor, percepatan pembentukan DPC di seluruh kabupaten/kota, serta penyelesaian persoalan lahan pembangunan desa.
Ketua DPD APDESI Sulsel, Wahyudin Mapparenta, S.IP., M.Si., menegaskan APDESI akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat desa.
“Di organisasi ini kita membutuhkan duduk bersama untuk membincang program-program terbaik bagi masyarakat desa. Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat akan terus kita jalankan,” kata Wahyudin.
Tiga Program Prioritas
Pertama, APDESI akan menjadi wadah penyalur aspirasi kepala desa dari tingkat desa, kabupaten hingga provinsi. Organisasi ini juga berkomitmen mengawal kebijakan yang dinilai berpihak kepada masyarakat desa.
“Kita ingin mendukung kebijakan-kebijakan yang menguntungkan masyarakat desa,” ujarnya.
Kedua, APDESI menargetkan percepatan pembentukan dan penguatan DPC di seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Hingga kini, baru 10 DPC yang resmi dilantik. Sementara 14 kabupaten/kota lainnya diharapkan segera menyusul agar koordinasi dan sinergi organisasi dapat berjalan merata.
“Harapannya satu visi di setiap kabupaten, sehingga bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah, media, dan seluruh pihak untuk membawa kemajuan masyarakat desa,” jelas Wahyudin.
Ketiga, APDESI akan mendorong solusi atas persoalan keterbatasan lahan yang masih menjadi hambatan pembangunan di banyak desa.
Menurut Wahyudin, salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah penyesuaian ketentuan luas lahan dari pemerintah pusat tanpa mengurangi fungsi bangunan.
“Selama ini membutuhkan lahan sekitar 1.000 meter. Ke depan mungkin bisa diperkecil, misalnya 20×30 meter, tanpa mengubah fungsi dan bentuk bangunan. Tujuannya agar lebih banyak desa bisa memperoleh program pembangunan,” terangnya.
Menutup keterangannya, Wahyudin menegaskan APDESI Sulsel akan berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat desa.
“Tidak ada kata selain bekerja sama untuk membangun desa. Sinergi adalah kunci agar pembangunan desa berjalan lebih cepat dan merata,” tutupnya.






