Bulukumba SulSel — Gunungan sampah kembali mencemari kawasan depan Pasar Tanete, Kabupaten Bulukumba, Senin (29/6/2026). Tumpukan karung plastik, sisa sayuran, hingga sampah rumah tangga meluber ke bahu jalan.
Bau busuk menyengat langsung menusuk hidung. Warga, pedagang, dan pembeli terpaksa menutup hidung saat melintas. Lalat beterbangan mengerubungi sampah yang mulai membusuk.
Yang lebih mengkhawatirkan, air lindi berwarna hitam mengalir dari tumpukan sampah ke badan jalan. Cairan berbau itu menggenang di atas aspal hingga membuat jalan licin dan membahayakan pengendara.
Ironisnya, lapak pedagang sayur dan buah berdiri hanya beberapa meter dari gunungan sampah. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu kebersihan pangan sekaligus membuat pembeli enggan datang.
“Jualan dekat sampah begini, takutnya pembeli jadi malas singgah,” ujar seorang pedagang.
Warga menduga sampah menumpuk akibat lambatnya pengangkutan oleh petugas kebersihan. Minimnya tempat penampungan sampah juga disebut menjadi penyebab sampah terus meluber ke badan jalan.
Selain merusak pemandangan, kondisi ini dinilai mengancam kesehatan masyarakat. Bau menyengat, lalat, dan air lindi berpotensi menjadi sumber pencemaran serta penyebaran penyakit.
Jika dibiarkan, tumpukan sampah juga berisiko menyumbat drainase. Saat hujan turun dan memicu genangan di sekitar pasar.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Lingkungan Hidup segera turun tangan. Pengangkutan sampah secara rutin dan penambahan tempat penampungan tertutup dinilai mendesak agar Pasar Tanete tidak terus menjadi wajah kumuh ibu kota kabupaten.
“Pasar Tanete adalah pusat belanja masyarakat Bulukumba. Tidak pantas dibiarkan kotor, bau, dan dipenuhi sampah. Kami minta segera ditangani,” tegas salah seorang warga.






