Bulukumba Bidik Lompatan Ekonomi Lewat Hilirisasi

Bulukumba Sulsel Kabupaten Bulukumba memang tidak memiliki tambang emas maupun ladang minyak bumi. Namun, daerah ini menyimpan kekuatan besar yang selama ini belum dimaksimalkan, yakni tanah yang subur dan laut yang luas.

Dua potensi tersebut diyakini mampu menjadi mesin penggerak ekonomi jika dikelola secara profesional dan berorientasi bisnis.

Bacaan Lainnya

“Allah menganugerahi kita tanah subur dan laut luas. Maka rasa syukur adalah kita harus mengelola sumber daya alam kita untuk tumbuh, maju, dan berkembang,” demikian disampaikan dalam pernyataan tersebut.

Kunci kemajuan Bulukumba bukan lagi sekadar menjual hasil bumi.

Yang dibutuhkan adalah hilirisasi, yakni mengolah komoditas menjadi produk bernilai tambah agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Porang, misalnya, tidak cukup dijual dalam bentuk umbi. Komoditas ini dapat diolah menjadi beras porang, mi, tepung hingga kapsul kesehatan yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi.

Begitu pula kakao. Bukan hanya dijual sebagai biji, tetapi harus diolah menjadi cokelat siap konsumsi yang memberi keuntungan lebih besar bagi petani dan pelaku usaha.

Sektor perikanan pun memiliki peluang besar. Hasil laut Bulukumba dinilai harus diproses menjadi produk beku dan olahan berkualitas ekspor agar mampu menembus pasar global.

Strategi hilirisasi tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas berkali-kali lipat sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Bulukumba juga didorong agar tidak tertinggal dari daerah lain yang telah lebih dulu sukses membangun industri berbasis komoditas unggulan.

Untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan dua fondasi utama.

Pertama, profesionalisme dalam mengelola usaha melalui manajemen yang baik, standar bisnis yang jelas, dan orientasi pasar.

Kedua, pola pikir ekonomi modern, di mana setiap aktivitas produksi harus menghasilkan nilai tambah dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Langkah tersebut juga diyakini mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Optimalisasi seluruh potensi daerah serta pengembangan sumber-sumber pendapatan baru menjadi kunci memperkuat ekonomi Bulukumba.

“Perlu dinaikkan melalui pemberdayaan potensi daerah dan potensi sumber pendapatan daerah,” tegas pernyataan tersebut.

Di penghujung penyampaiannya, seluruh elemen masyarakat diajak bersatu membangun ekonomi daerah.

“Mari kita saling bergenggam tangan. Bersatu kita kuat dalam ekonomi.”

Dengan kolaborasi seluruh pihak, Bulukumba diyakini mampu menjadikan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai kekuatan utama menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *