Bantaeng SulSel — Sangat ironis! Di tengah perjuangan para sopir yang bertahan hidup dengan tarif yang mencekik, salah satu SPBU di Kabupaten Bantaeng justru mempertontonkan praktik yang mencederai keadilan publik.
Kami mengecam keras sikap tidak harmonis dan tidak profesional dari oknum pegawai Pertamina yang arogan saat dikonfirmasi. Namun, yang jauh lebih menjijikkan adalah dugaan kuat terjadinya praktek “main mata” dalam penyalahgunaan BBM subsidi jenis Solar.
Bagaimana mungkin puluhan jerigen, bisa melenggang bebas mengisi Solar subsidi, sementara truk dan angkutan umum harus mengantre panjang. Bahkan sering kali gigit jari karena stok habis ?
Ini bukan sekadar masalah pelayanan yang buruk, ini adalah dugaan kejahatan sistematis!
BBM bersubsidi adalah hak rakyat kecil, bukan komoditas yang bisa diperjualbelikan secara ilegal demi keuntungan oknum SPBU dan para tengkulak. Kami melihat ada pembiaran yang nyata. Apakah aturan dari BPH Migas dan Pertamina pusat hanya menjadi pajangan kertas di Kab.Bantaeng?
Sebagai Ketua Cabang Balla’ Tujua Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya, saya menegaskan bahwa:
1. Mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk segera melakukan audit investigasi dan memberikan sanksi pemberhentian operasional (skorsing) terhadap SPBU nakal tersebut.
2. Meminta aparat penegak hukum untuk tidak tutup mata terhadap dugaan penyelundupan Solar subsidi menggunakan jerigen yang sangat mencolok ini.
3. Pecat oknum pegawai yang tidak beretika dan terkesan melindungi praktik ilegal tersebut.
Jangan paksa kami bergerak ke jalanan, untuk memastikan keadilan ini tegak. Jika pihak Pertamina tidak mampu mengawasi, lubang tikus di SPBU Bantaeng, maka biarkan rakyat yang bertindak sebagai pengawas!