Kanal C Bengkok, Proyek SMPN 1 Galesong Utara Disorot

TAKALAR, SULSEL — Proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Takalar kembali menuai sorotan. Setelah SDN 95 Campagaya, kini pembangunan di SMPN 1 Galesong Utara, Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara, dipersoalkan terkait material rangka atap baja ringan.

Sorotan datang dari Tim Investigasi LSM PERAK Indonesia yang mengaku menemukan sejumlah Kanal C pada rangka atap terlihat bengkok meski baru terpasang.

Temuan itu muncul saat tim melakukan pemantauan langsung di lokasi proyek.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan dengan spesifikasi pekerjaan dan RAB.

Tim LSM PERAK juga menyoroti dugaan penggunaan Kanal C dengan ketebalan yang tidak sesuai spesifikasi. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan pengukuran teknis oleh pihak berwenang atau tenaga ahli.

“Parah ini. Kanal C baru didirikan saja sudah bengkok dan melengkung. Bagaimana kalau sudah diberi beban di atasnya seperti reng dan penutup atap?” ujar salah satu anggota Tim Investigasi LSM PERAK.

Kepala Sekolah Berikan Penjelasan Berubah

Saat dikonfirmasi mengenai material tersebut, Kepala SMPN 1 Galesong Utara awalnya memberikan penjelasan mengenai pilihan jenis Kanal C.

“Jadi kalau Kanal C itu tiga macam, jadi yang saya ambil yang di tengah,” ujarnya.

Namun, setelah diperlihatkan video yang menunjukkan kondisi Kanal C yang bengkok dan mudah penyok, kepala sekolah kemudian menyebut adanya material tambahan.

“Oh iya, ada memang itu dua batang sebagai tambahan,” katanya.

Pernyataan tersebut kemudian dipersoalkan LSM PERAK karena muncul setelah ditunjukkan kondisi material di lapangan.

“Awalnya dikatakan mengambil spek tengah. Setelah diperlihatkan videonya, baru disebut ada dua batang tambahan. Ini yang harus diperiksa, apakah material tersebut memang sesuai dengan dokumen pekerjaan atau tidak,” tegas Rahman Samad, Divisi Investigasi LSM PERAK Indonesia.

Menurut Rahman, seluruh material konstruksi dalam proyek pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan kesesuaiannya dengan spesifikasi pekerjaan.

“Jangan sampai ada material yang tidak sesuai spesifikasi digunakan pada bagian struktur yang menahan beban. Kami meminta seluruh rangka Kanal C diperiksa,” katanya.

Dinas Pendidikan dan Inspektorat Didesak Turun

LSM PERAK Indonesia mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar dan Inspektorat melakukan pemeriksaan langsung terhadap proyek revitalisasi SMPN 1 Galesong Utara.

Pemeriksaan, kata mereka, penting untuk memastikan apakah material yang terpasang sesuai RAB, spesifikasi teknis, serta standar yang dipersyaratkan dalam pekerjaan.

“Kami minta diperiksa semuanya. Kalau memang ada material yang tidak sesuai RAB atau spesifikasi, segera dibongkar dan diganti. Jangan menunggu sampai terjadi persoalan pada bangunan,” pungkas Rahman.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana P2SP SMPN 1 Galesong Utara. Belum memberikan klarifikasi resmi terkait temuan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak sekolah, pelaksana, maupun pihak terkait. Untuk memberikan penjelasan mengenai spesifikasi material, dan pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *