Makassar Sulawesi Selatan — Ketegasan pemerintah soal pelayanan terbaik seperti yang baru-baru diraih score terbaik dari Wakil Menteri dan di berikan oleh Walikota Makassar di balikpapan berbanding terbalik dari kehidupan nyata
Pasalnya dari penghargaan kinerja dan pelayanan tersebut ada-ada saja sebagian oknum seolah-olah super sibuk bekerja namun kenyataan nya tidak seperti realita yang ada.
Dari potret media di salah satu sekolah Kota Makassar, Contohnya terlihat ada dua pimpinan namun beda karakter dan kesibukan masing-masing
Potret ini memperlihatkan pembedaan sangat jauh sekali, Dimana salah satu SDN Kip Bara-Baraya 1 terbuka dan gampang di temui. Bahkan dari kegiatannya sering kali di beritakan positif karena penggunaan Dana Bos semua di pegang oleh bendaharanya
Foto dan video kamera media bukti bahwa sekolah SDN KIP V Bara-Baraya diduga tidak transparan sesuai Undang-Undang No. 14/2008 tentang keterbukaan informasi publik.
Dari papan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN KIP V Bara-Baraya Kec. Makassar biasanya terisi malah sejak tahun 2024 di akhir tahun terlihat masih kosong. Selain masih kosong tahun 2024 kemarin, Keinginan besar untuk bertanya soal alasan penggunaan bosnya tidak di publik jadi misteri. Lantaran PLT sekolah ini sulit mengangkat telfon dari media
Ketua K3S, Muhammad Jafar,.S.Pd,.M.Pd dikonfirmasi mengenai soal Dana Bantuan Sekolah (Bos) wajib Transparan dalam pengelolaan khususnya Internal sekolah . Terhadap guru guru dan staf,” kata Jafar Senin (28/4/2025)
Jafar yang juga sebagai Kepala SDN Kip Maccini menghimbau agar terbuka karena tim pemeriksa dari Tim Bos dinas pendidikan Tim inspektorat Kota Makassar dan BPK selalu mengawasi,
Olehnya itu, kita haruskan transparan kepada publik,” singkat dia
Hingga berita ini tayang, PLT bersangkutan belum memberi jawaban kepada media (**)






