MAKASSAR, SULSEL — Pemadaman listrik bergilir di Kota Makassar dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan menuai sorotan. Dampaknya terhadap masyarakat, khususnya pelaku UMKM, kini dipertanyakan.
Pemadaman yang dilakukan PT PLN (Persero) tersebut disebut telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Kondisi itu memunculkan keluhan masyarakat. Pasalnya, pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpotensi berdampak langsung terhadap kegiatan usaha.
Sorotan datang dari Simpul Pergerakan Mahasiswa & Pemuda (SPMP).
Ketua Umum SPMP, Andi Baso Makkawaru, mempertanyakan langkah PLN melakukan pemadaman bergilir tanpa adanya penjelasan yang dinilai memadai mengenai dampak terhadap masyarakat dan pelaku usaha.
Menurutnya, PLN perlu memastikan kebijakan pemadaman tidak justru menambah beban masyarakat, terutama UMKM yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas usaha.
“Kami jelas mempertanyakan apakah PLN sudah mempertimbangkan seluruh dampak dari pemadaman ini. Jangan sampai pemadaman ini hanya menjadi beban bagi masyarakat,” ungkap Andi Baso.
Ia juga menyoroti persoalan kompensasi bagi masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak pemadaman listrik.
“Kami juga mempertanyakan langkah yang dilakukan PLN terkait kerugian yang dirasakan para pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM,” tambahnya.
Andi Baso menegaskan, SPMP meminta PLN memberikan kepastian dan penjelasan mengenai langkah penanganan dampak pemadaman, termasuk terhadap sektor usaha kecil.
Ia bahkan mengancam SPMP akan menggelar aksi unjuk rasa apabila PLN tidak memberikan kejelasan terkait dampak dan penanganan pemadaman listrik tersebut.
“Jika tidak ada kepastian, seluruh kader SPMP siap melakukan aksi unjuk rasa,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat penjelasan dari pihak PLN terkait tudingan bahwa pemadaman bergilir tersebut. Tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap pelaku UMKM, Maupun mengenai bentuk kompensasi yang dipersoalkan SPMP.






