Makassar SulSel — Perselisihan sepele antar anak di Pulau Kodingareng, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, berujung tragedi berdarah yang merenggut satu nyawa.
Insiden yang terjadi pada Senin malam (20/04/2026) itu kini menjadi sorotan tajam publik, setelah konflik kecil berubah menjadi aksi kekerasan mematikan.
Korban diketahui seorang pria berinisial MA (37), warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan. Ia tewas setelah diduga menjadi sasaran penikaman dalam pertikaian antar orang tua yang dipicu oleh keributan anak-anak mereka yang bertetangga.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian melalui Ipda Dewa, peristiwa bermula dari cekcok antar anak yang kemudian memicu emosi para orang tua.
Situasi yang semula dapat diselesaikan secara kekeluargaan justru berkembang menjadi konflik terbuka yang berujung fatal.
“Perselisihan anak memicu pertengkaran orang tua hingga berujung maut,” ujar Ipda Dewa.
Dalam insiden tersebut, pelaku berinisial I (40), yang juga berprofesi sebagai nelayan dan berasal dari Pulau Barrang Caddi, diduga melakukan penikaman terhadap korban. Luka yang dialami korban disebut sangat parah hingga menyebabkan kematian di lokasi kejadian.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius terkait eskalasi konflik di lingkungan masyarakat pesisir yang seharusnya dapat diredam sejak awal. Dugaan minimnya mediasi serta cepatnya emosi berubah menjadi kekerasan menjadi perhatian tersendiri.
Warga sekitar disebut sempat panik dan tidak mampu mencegah kejadian yang berlangsung cepat tersebut. Hingga kini, suasana duka masih menyelimuti Pulau Kodingareng.
Pihak kepolisian dari Polres Pelabuhan Makassar, telah menangani kasus ini dan menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung. Terhadap pelaku, disangkakan pasal penganiayaan yang mengakibatkan, kematian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun.
Namun, di balik proses hukum yang berjalan, muncul tekanan publik agar aparat tidak hanya berhenti pada penetapan pelaku, tetapi juga mengungkap secara utuh kronologi, motif, serta kemungkinan faktor lain yang memperparah konflik hingga berujung hilangnya nyawa.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras, bahwa konflik kecil yang tidak dikelola dengan baik, dapat berubah menjadi tragedi besar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman, terhadap kasus tersebut.






